Minggu, 07 Februari 2016

Tagged Under:

Drama: Lapar Dan Abang Nasi Goreng Berkulit Kecolatan

Share
tukang nasi goreng bahannya dari lifestyle.kontan.co.id gue edit tapinya

Ya seseorang bakal berharga banget kalo datang disaat yang tepat, kaya malam ini pas banget jam 12.19 asli laper banget, mau masak mie instan gak ada mienya mau ke warkop mager jalannya.

Dan akhirnya bertemulah gue dengan seseorang berkulit kecoklatan dengan topi biru dikepalanya.
dan drama dimulai~
Seketika pria itu menghampiri diriku yang duduk dedepan pagar rumah ku, suasanya agak mendung dengan udara malam yang semakin larut, pria itu membunyikan penggorengan dengan sudit "tek trek tek tek" merdu sekali terdengan di telingaku.
(Info: tukang nasi goreng daerah gue bunyiin penggorengan kalo lewat, nandain dia tukang nasi goreng)
Tanpa pikir panjang diriku memanggil pria itu
"Hey abang, berhenti! Aku butuh bantuan mu'
dengan nada agak mendesah abang itu menjawab dengan syahdu "iya mas ada yg saya bantu?",
Percapan pun tak terelakan kami saling melontarkan tanya satu sama lain. Dan sampailah gue kepertanyaan paling inti.

Dibawah sorot sinar rembulan tercetuslah pertanyaan "abang aku butuh 1 porsi nasi goreng, bisakah dirimu membuatkannya untuk ku?" Masih menggenggam sudit ditangannya abang itu menjawab "maaf mas nasi gorengnya abis", dan seketika amarah ku menyala-nyala "abang! Kenapa dirimu membunyikan penggorengan seolah-olah memberi harapan kepada perut ku yang telah lama menunggu mu!" Abangnya pun mejawab "maafkan saya mas, kalo mas mau pake nasi mas nya aja, saya masih ada nih bumbunya". Tanpa banyak bicara diriku lari kedapur memeriksa magicom yang telah tidak terkoneksi dengan listrik, tapi apa! Sia sia! Tidak ada sebulir nasipun yg hinggap di magicom. Kecewa! Kecewa berat!.
Dan diriku kembali ke hadapan si abang nasgor dan bertanya "bang masih adakah sedikit harapan untuk ku ini? Mamah saya ga masah hari ini" dengan tegas dan sorotan mata yang tajam abang nas-gor berkata "mas ini ada sih sisa nasi dikit, kuetiuw juga tinggal dikit sama mie paling nih juga tinggal dikit", ditengah situasi yang terdesak itu akhirnya diriku memutuskan "Campur semua bang" jadikan satu menu! Buat mereka berkolaborasi untuk menghibur perut ku!" Seketika abangnya menjawab, "siap, pedes gak mas?", dan akupun menjawab, "pedes bang, pedes banget".

Abang nasgorpun mulai menyajikan menu special itu, ditambah acar dan dan kerupuk putih dengan tepian warna warni, serasa di taman impian. Akhirnya perut ku terselamatkan.
Ada rasa canggung dan aneh bercampur jadi satu, setelah gue menerima nasi, eh kuetiaw, eh mie, ahh apalah bodo amat apa itu namanya.
dan ini harus segera di tanyakan. Dan sangat mengganjal. Setelah beberapa detik memberanikan diri untuk bertanya akhirnya terlontarlah pertanyaan itu dari mulut gue

"Bang tadi kan udah pada abis tuh ya, kenapa abang bunyiin penggorengan?"
Dengan senyuman khas tukang nasgor, pria berkulit kecoklatan dan bertopi biru itu berkata.
"Itu sebenernya saya agak takut mas lewat gang rumah mas, dari pada saya tambah takut karena sepi mending saya bunyiin aja penggorengan". 😂

Dan gue pun langsung terkagum kagum.
Sangat brilian sekali cara abang ini!
Luar biasa

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Gue

email ya kalo ada saran buat gue :)

Nama Email * Pesan *

Instagram gue

-